Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Tambah 2.000 Tempat Tidur Pasien di RSDC Wisma Atlet

Pemerintah menambah kapasitas tempat tidur perawatan dan isolasi pasien di Rumah Sakit Darurat Covid 19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta. Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengatakan jumlah tempat tidur pasien telah ditambah 2.000 unit. "Itu sudah ditambahkan fasilitas sebelumnya tambahan 700 bed (tempat tidur) dan siang ini ditambah kembali, sehingga kapasitasnya bertambah jumlah tempat tidur pasien ada 7.937, ditambah 2.000 unit dan jumlah yang diisolasi 5.028," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Dengan adanya tambahan tersebut, kata Airlangga, maka jumlah tempat tidur perawatan yang masih kosong sebanyak 2.909. "Sehingga BOR nya bisa 63,34 persen," katanya. Untuk diketahui meningkatnya kasus Covid 19 membuat pasien terus berdatangan ke RSDC.

Saking banyaknya pasien yang datang, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit sempat menyentuh angka 80,68 persen. Penambahan kapasitas tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan ruang di setiap tower. Untuk diketahui tower 4,5,6, dan 7 di RS tersebut digunakan untuk merawat pasien Covid 19.

Sebelumnya Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid 19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengungkapkan, dalam empat terakhir RSDC Wisma Atlet menerima pasien baru sebanyak 500 orang per hari. Hal ini membuat ketersediaan tempat tidur di RSDC kian hari kian menipis. "Perkembangannya saat ini ini lebih meningkat tajam dibanding Januari tahun 2021. Empat hari ini pasien masuk di atas 500 orang, sementara pasien keluar di bawah 200 orang," kata Tugas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid 19 yang disiarkan virtual, Minggu (13/6/2021).

Dr Tugas menuturkan, penambahan kasus ini sangat tajam, dimulai pada 18 Mei lalu jumlah keterisiian tempat tidur di RSDC Wisma Atlet hanya 15,02 persen, kini mencapai 80,68 persen. "Ini menunjukkan peningkatan yang pasiem yang ke luar biasa," kata dia. Sementara itu, terkait jumlah kematian juga mengalami peningkatan.

Tercatat pada April lalu, tidak ada pasien yang meninggal, kemudian bulan Mei satu orang meninggal. "Di bulan ini ada 3 kematian. Jadi relatif meningkat angka kematian. Kita harapkan tidak terjadi seperti Januari," jelasnya.

Leave a Reply