Fakta Tentang Audemars Piguet Royal Oak

Salah satu brand terkenal jam tangan atau arloji adalah Audemars Piguet atau biasa disingkat AP. Brand ini memiiki kantor pusat di Swiss dan pertama kali didirikan di tahun 1875.

Adapun, saat ini AP sudah mengeluarkan beberapa model jam tangan mewah hasil karya para pembuat jam tangan handal kelas dunia. Yang terkenal dari Audemars Piguet tentu saja adalah model jam tangan Royal Oak.

Ada beberapa fakta menarik yang mengiringi perjalanan Audemars Piguet Royal Oak dari dulu sampai sekarang menjadi brand jam tangan yang banyak di pakai oleh para pesohor dunia ini. Apa saja fakta menariknya? Yuk kita simak sama-sama.

Fakta Tentang AP Royal Oak

  1. Rancangan Satu Hari

Di tahun 1971, tepat sehari sebelum pameran Baselworld. Audemars Piguet memerintahkan Gerald Genta seorang pembuat jam tangan tersohor pada masa itu untuk membuatkan sebuah desain jam tangan yang unik dan belum pernah ada sebelumnya.

Meskipun hanya diberi waktu kurang lebih 24 jam, Genta menerima tantangan tersebut dan berhasil membuat sebuah desain jam tangan yang menjadi cikal bakal Royal Oak, yakni sebuah model jam tangan yang menjadi ujung tombak brand Audemars Piguet.

  1. Prototipe Dari Emas Putih

Kompleksitas dan kerumitan desain dari jam tangan AP royal oak membuat Piguet harus memutar otak untuk menciptakan prototipe royal oak di masa-masa awal.

Maka dari itu, dibandingkan menggunakan bahan baja premium yang sulit untuk dibentuk, mereka memilih menggunakan emas putih untuk pembuatan prototipe karena teksturnya yang lebih lentur dan mudah dibentuk.

  1. Terinspirasi Dari Nama Kapal

Gerald genta membuat jam tangan yang menjadi cikal bakal royal oak karena terinspirasi dari helm yang biasa dipakai oleh para penyelam jaman dahulu.

Maka dari itu, ia merasa jam tangan yang dibuatnya harus dinamai berdasarkan hal-hal yang berhubungan dengan laut. Setelah itu dipilihlah nama Royal Oak sebagai nama jam tangan buatannya saat itu.

Nama royal oak sendiri didasarkan pada nama sebuah kapal milik kerajaan inggis yang saat itu terkenal setelah pertempuran worcester di tahun 1651.

 

 

 

 

 

Leave a Reply